Cara Mencegah Virus dan Malware di Internet: Tips dan Trik yang Perlu Anda Ketahui

rosari j avatar
  • rosari j
  • 7 min read

Komputer virus dapat dengan mudah menyebar melalui jaringan Internet dan email, yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar pada data, file, dan hard drive komputer. Biasanya, bentuk penyebaran virus melalui hyperlink, pop-up, atau lampiran email berupa gambar, kartu ucapan, atau file audio atau video. Namun, virus juga bisa disebarkan melalui aplikasi berbayar atau unduhan gratis, yang bisa menyebabkan kerusakan pada sistem operasi komputer.

Virus di komputer dapat berupa berbagai macam file berbahaya seperti Worm, Kuda Troya, Spyware, dan malware. Akibatnya, system operasional pada PC dan laptop dapat mengalami gangguan seperti kemampuan loading yang lebih lambat, hilangnya file-file, laptop restart berulangkali, hingga bahkan dapat menghapus OS pada laptop.

Untuk menghindari virus, kita dapat melakukan beberapa hal seperti memperhatikan sumber file yang dipasang pada laptop, menghindari instalasi software asal-asalan, memperbarui sistem operasi, dan menggunakan software anti-virus. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kita dapat menjaga laptop agar tetap sehat dan bekerja optimal.

Virus Pertama (Sejarah Virus)

Pada tahun 1972, Bob Thomas tanpa sengaja menciptakan virus pertama yang dikenal sebagai “Creeper”. Virus ini menyerang sistem operasi Tenex yang digunakan di Amerika. Pada 1980-an, virus jahat pertama muncul dan banyak virus lainnya muncul sejak saat itu.

Beberapa di antaranya sangat agresif hingga menyebabkan kerusakan yang parah. Virus terburuk yang pernah ada adalah “Chernobyl” yang muncul pada 1998 dan menyerang 60 komputer yang menggunakan sistem operasi Windows dan Windows ME. Virus ini mampu menghapus data lokal dan bahkan mematikan perangkat. Akibatnya, telah banyak pengguna yang mengalami kerugian dari dampak virus ini. Sejak saat itu, para programmer telah membuat berbagai jenis antivirus untuk melindungi sistem komputer dari serangan virus.

Type dan jenis Virus

Salah satu virus malware pertama yang dikenal adalah “Rabbit”, yang membuka kunci perangkat. kemudian diikuti oleh “Elk Cloner” dan “Brain”, yang masing-masing menyerang Apple dan IBM. Hal ini mengakibatkan berbagai jenis virus yang ditemukan, termasuk Resident, Direct Action, Overwrite, Directory (juga dikenal sebagai virus “cluster”), Boot Sector, dan virus lainnya. Semua jenis virus ini memiliki cara yang berbeda untuk menginfeksi sistem komputer.

  1. Trojan: worm, spyware, adware, browser hijacker, dan virus email adalah jenis malware yang dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat komputer.
  2. Trojan Trojan: seperti “Zeus”, dapat menyembunyikan diri di balik program yang aman dan memungkinkan hacker untuk mengambil alih perangkat untuk mencuri data pribadi.
  3. Worm: Worm menyebar dengan mengirim file dan dapat memblokir sistem dan menghabiskan bandwidth.
  4. **Spyware:**Spyware mengumpulkan data dari perangkat dan mentransfernya ke lokasi lain, seperti “Skygofree” yang dapat mengambil kontrol penuh perangkat smartphone.
  5. Adware: Adware mengikuti memori komputer untuk mengetahui preferensi Anda dan melemparkan iklan.
  6. Browser hijacker: Browser hijacker mengambil alih browser dan mengarahkan Anda ke situs web lain.
  7. Email virus: Virus email muncul saat Anda membuka email, seperti “I LOVE YOU” pada tahun 2000 yang hanya membutuhkan waktu lima jam untuk menginfeksi 10% komputer yang terhubung ke Internet dan menyebabkan kerusakan senilai EUR 10 miliar.
  8. Ransomware: Ransomware memblokir perangkat dan meminta tebusan untuk membukanya.

Cara menghindari Serangan Virus

Untuk melindungi diri dari ancaman virus dan malware, strategi terbaik adalah dengan menggunakan program antivirus. Sistem operasi seperti Windows Defender dan Windows Security telah menyediakan program gratis seperti Avast dan Kaspersky yang sangat efektif untuk menghancurkan virus Trojan, worm, dan spyware. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa program antivirus Anda selalu diperbarui agar keselamatan dapat terjamin. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan firewall ke sistem jaringan komputer Anda untuk meningkatkan perlindungan dan mencegah malware masuk ke sistem Anda.

Install windows Defender

Microsoft menyarankan untuk memasang aplikasi anti-malware, seperti Microsoft Defender, dan pastikan untuk mengupdate-nya secara berkala. Anda juga dapat memilih dari produk anti-malware dari perusahaan lain. Namun, menjalankan dua aplikasi anti-malware secara bersamaan dapat menyebabkan sistem Anda menjadi lambat atau tidak stabil. Jika Anda menginstal dua aplikasi anti-malware dari perusahaan lain, Microsoft Defender akan secara otomatis dimatikan.

Keselamatan data Anda sangat penting. Jadi, ketika menerima email atau lampiran dari pengirim yang tidak dikenal, lebih baik untuk menahan diri dari membukanya. Banyak virus yang dapat dengan mudah disebarkan melalui pesan email dan lampiran. Jadi, sebagai tambahan keamanan, pastikan untuk hanya membuka lampiran dari pengirim yang Anda percayai.

Aktifkan Pop Up Blocker

Microsoft Edge telah melakukan langkah penting untuk melindungi penggunanya dengan mengaktifkan fitur blok pop-up secara default. Fitur ini bertujuan untuk mencegah berbagai jenis jendela kecil yang muncul di atas situs web. Biasanya jendela ini berisi iklan, tetapi juga bisa berisi konten yang berbahaya. Microsoft Edge telah berupaya untuk meningkatkan perlindungan pengguna dengan mengaktifkan fitur blok pop-up secara default.

Aktifkan Smartscreen

SmartScreen Windows adalah fitur keamanan yang harus Anda perhatikan. Jangan mengunduh dan menjalankan aplikasi yang tidak dikenal dari internet tanpa waspada. SmartScreen menggunakan informasi tentang reputasi aplikasi untuk memberi peringatan jika aplikasi yang Anda unduh tidak dikenal dan mungkin berbahaya. Jadi, selalu pastikan bahwa Anda mengikuti notifikasi SmartScreen Windows yang ditampilkan. Ini akan melindungi Anda dari malware dan aplikasi berbahaya lainnya.

SmartScreen merupakan salah satu fitur penting yang tersedia dalam Microsoft Edge. Fitur ini membantu melindungi Anda dari ancaman malware dan phishing dengan memberikan peringatan jika lokasi website yang Anda kunjungi atau download yang dilakukan telah dilaporkan sebagai tidak aman. Pastikan bahwa fitur SmartScreen sudah diaktifkan ketika Anda menggunakan Microsoft Edge sehingga Anda dapat menikmati perlindungan keamanan yang optimal.

Update Sistim Operasi anda

Microsoft mengeluarkan update keamanan secara berkala untuk menjaga PC Anda dari ancaman virus dan malware. Windows Update memastikan bahwa PC Anda menerima update tersebut secara otomatis, tetapi Anda masih harus melakukan restart secara berkala agar update bisa terpasang secara keseluruhan. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menggunakan antivirus terbaik untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman berbahaya.

Aktifkan Browser Privacy

Untuk meningkatkan privasi online Anda, pastikan Anda mengaktifkan pengaturan privasi pada browser internet Anda. hal Ini akan melindungi Anda dari penipuan, pencurian identitas, dan iklan yang tidak diinginkan. Dengan melakukan ini, Anda dapat membatasi situs web mana yang dapat mengakses dan menggunakan informasi pribadi Anda. Selain itu, pastikan untuk selalu mengupdate pengaturan privasi Anda secara berkala untuk memastikan privasi Anda tetap terjaga.

Aktifkan User Account Control (UAC)

Pastikan bahwa User Account Control (UAC) diaktifkan. Ini adalah fitur yang penting untuk mempertahankan PC Anda aman. UAC akan memberi tahu Anda ketika akan terjadi perubahan pada PC Anda yang membutuhkan izin tingkat administrator dan memungkinkan Anda untuk menyetujui perubahan.

Hal ini dapat membantu mencegah virus melakukan perubahan yang tidak diinginkan. Anda dapat mengaktifkan UAC dengan mudah. Geser dari sisi kanan layar, lalu ketuk Pencarian, masukkan uac di kotak pencarian, dan ketuk atau klik Pengaturan Kontrol Akun Pengguna. Dengan mengaktifkan UAC, Anda dapat dengan mudah mempertahankan keamanan PC Anda dan memungkinkan Anda untuk mengendalikan apa yang terjadi pada sistem Anda.

Aktifkan Fitur Tamper Protection

Pastikan bahwa Tamper Protection telah diaktifkan pada Windows 10 dan 11 agar sistem Anda dapat terlindungi dari program yang tidak sah. Fitur ini berfungsi untuk mencegah virus dan malware dari menghilangkan keamanan serta melindungi Anda dari program berbahaya yang berpotensi membahayakan sistem. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa perangkat lunak anti malware juga terpasang pada sistem Anda untuk membantu melindungi dari ancaman berbahaya.

langkah Pencegahan Mencegah serangan virus saat anda Sedang mengakses internet

  • Jangan membuka lampiran email atau mengklik tautan dari pengirim yang tidak dikenal untuk menghindari resiko kejahatan cyber.
  • Gunakan alat pemblokiran atau penyaringan spam untuk memblokir surel yang tidak diinginkan, pesan instan, dan pop-up agar kamu dapat tetap aman dari spam.
  • Gunakan kata sandi yang kuat dan ubah secara berkala. Jangan menyimpan nama pengguna dan kata sandi di situs web mana pun.
  • Berhati-hatilah ketika mengunduh berkas dari Internet. Pastikan hanya mengunduh dari sumber yang dapat dipercaya.

Kesimpulan

Virus di komputer dapat berupa berbagai macam file berbahaya seperti Worm, Kuda Troya, Spyware, dan malware. Akibatnya, system operasional pada PC dan laptop dapat mengalami gangguan seperti kemampuan loading yang lebih lambat, hilangnya file-file, laptop restart berulangkali, hingga bahkan dapat menghapus OS pada laptop.

Untuk mencegah serangan virus pada komputer, kita dapat melakukan beberapa hal seperti menggunakan program antivirus, memastikan bahwa sistem operasi selalu diperbarui, menghindari mengklik link dan lampiran pada email dari pengirim yang tidak dikenal, mengaktifkan fitur pop up blocker, SmartScreen, dan Tamper Protection, serta berhati-hati ketika mengakses internet. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kita dapat melindungi laptop dari ancaman virus dan malware.

Penutup

Virus di komputer dapat menyebabkan kerusakan besar pada data, file, dan hard drive, sehingga menghindarinya sangat penting. Untuk melindungi diri dari ancaman virus dan malware, kita harus menggunakan program antivirus, memastikan bahwa sistem operasi dan aplikasi komputer terus diperbarui, mengaktifkan fitur keamanan seperti SmartScreen, User Account Control (UAC), dan browser privacy, dan menjaga diri dari penipuan online. Dengan cara ini, kita dapat menjamin bahwa komputer kita tetap sehat dan bekerja optimal. Dengan semua ini, kita dapat menikmati internet dengan aman.

Comment

Disqus comment here

rosari j

Writter by : rosari j

Rosari J adalah seorang penulis teknologi di oktrik.com yang bersemangat untuk berbagi pengetahuan dan wawasannya tentang dunia digital. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam bidang ini, dia memiliki keahlian dalam perangkat lunak, perangkat keras, dan internet, serta berkomitmen untuk memberikan konten teknologi berkualitas tinggi dan relevan kepada para pembaca. Visi Rosari adalah menjadikan oktrik.com sebagai sumber informasi teknologi terdepan di Indonesia. Temui Rosari J di media sosial:

Recommended for You

Mengenal Manfaat Cache dan Bagaimana Cara Membersihkan browser Cache

Cara membatasi pengguna wifi indihome (Blokir Via MAC blacklist,Whitelist dan Max user)